Di belakang tokoh yang agung pasti ada wanita yang agung di belakang orang-orang yang mulia pasti ada wanita yang mulia, Setidaknya itu lah yang juga pernah terjadi pada masa Rasulullah. Disamping beliau ada ibunya yang begitu taat, Khadijah istri beliau yang setia mendampingi beliau dalam suka dan duka. Setelah istri beliau wafat ada anak beliau fatimah yang mendampingi setelah kemudian ada Aisyah yang tidak bisa kita abaikan pengorbanannya.
Rasulullah adalah pemimpin dunia yang merubah peradaban dunia, orang yang begitu disegani oleh musuhnya dan begitu disayangi oleh sahabat dan sanak keluarga beliau. Kepribadiannya sangat sempurna, tak anak manusia yang tak mengagumi Rasulullah setelah mengenal kepribadiaanya.
Diantara begitu banyak kelebihan yang beliau miliki, kita mengakui bahwa itu adalah kuasa Allah yang dianugerahkan kepada kekasih-Nya. Namun selain itu ada peranan perempuan-perempuan tangguh yang mendukung dan membimbing beliau, ini sangat mempengaruhi kepribadian rasulullah.
Seorang wanita bermahkota ibu,menggenggam jari-jari kecil ikatan ini tidak akan terurai karena tautan ini tautan darah dan aqidah dan rahmat dari Allah. Seorang ibu mempengaruhi hidup anaknya, ialah sekolah dasar yang ditempuh anak dalam kehidupannya. Dari rahim ibu yang shalehahlah akan lahir seorang anak yang yang shaleh hingga kelak akan menjadi ulama besar agama ini.
Ibu mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembinaan anak, jika ibundanya salh langkah maka tak ada yang bisa diharapkan dari anak. Ada beberapa fakta salh mendidik anak dalam kehidupan kita sehari-hari diantaranya :
— Mengajari anak berbicara lantang terhadap orang lain tanpa difikirkan dan dipertimbangkan lebih dahulu
— Membiasakan mereka dengan sifat pengecut, penakut, keluh kesah dan kepanikan
— Membiasakan mereka hidup mewah, glamor, dan memberikan segala apa yang dia minta
— Bersikap keras dan kasar kepada anak melebihi batas kewajaran atau sebaliknya terlalu lembut di luar batas kewajaran
— Terlalu pelit kepada anak
— Tehalangnya anak untuk mendapatkan belaian kasih sayang
— Terlalu berbaik sangka terhadap anak atau sebaliknya
— Pilih kasih
— Tidak segera menikahkan anak-anaknya walaupun sudah waktunya
Masih banyak lagi hal-hal yang menyebabkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tak sesuai dengan Alquran dan sunnah rasul kita. Sudah selayaknya kita sebagai ibu atau calon ibu untuk menata diri dan membuat perubahan terhadap diri kita dalam hal mendidik anak, agar kelak anak-anak kita menjadi pembela agama ini dan menjadi kekasih Rabbnya.
Diantara upaya mendidik anak berikut ini ada bebrapa tips usaha yang dapat dilakukan oleh seorang ibu dalam upaya mengusahakan yang terbaik untuk si buah hatinya kelak.
— Mencari istri shalehah/ suami shalih
— Berdo’a kepada Allah agar dikaruniakan anak yang shalih
— Senang/ridha menerima takdir Allah bila dikaruniakan putra/putri
— Memohon kepada Allah agar bisa mendidik anak
— Berdo’a untuk kebaikan anak
— Menamai mereka dengan nama yang baik
— Menanamkan nilai-nilai kebenaran dan akidah yang benar ke dalam jiwa anak (lihat pesan Luqman kepada anaknya)
— Menanamkan sifat-sifat terpuji dan akhlak yang mulia serta menjauhkan dari akhlak tercela
— Membiasakan sikap ihtiram/ikram kepada orang tua
Dan di sini tak hanya ibu yang berperan penting tetapi ayah juga mempunyai andil dal hal pendidikan anak...”Karena sesungguhnya setiap anak lahir dalam keadaan fitrah,ayah dan ibunya lah yang memajusi atau mengkafirkannya.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, ini hanya lah sebagian kecil hasil dari seminar bersama Ummmu Shadiq yang memotivasi setiap jiwa ibu dan calon ibu untuk kelak menjadi dan dapat melahirkan ulama-ulama besar yang mengembalikan kejayaan islam pada masa lalu
April 19, 2010
Peranan Ibu Dalam Mendidik Anak
22.09
ANA89











0 komentar:
Posting Komentar