banyak orang bilang menjadi anak semata wayang itu enak, apa-apa terkabulkan ketika kita jajan hanya untuk diri kita sendiri, kasih sayang orang tua tak ada yang menyaingi hanya untuk kita sendiri,permintaan kita pasti terwujud. aq dulu juga mempunyai pikiran yang serupa namun setelah aku jalani ternyata menjadi anak semata wayang itu disisi laen ada enaknya tapi disisi yang lain juga ada rasa tak enak, sepi dan tak ada teman tuk saling cerita dan saling bertukar pendapat, dikala kita mendapatkan masalah kita tak punya tempat mengadu selain pada orangtua, dikala kita sedih kita tak punya teman untuk menghibur kita, dikala kita menangis tak ada yang mengayomi kita hanya orang tualah yang terus menjadi penyemangat dalam hidup kita, coba kita bandingkan pada orang yang mempunyai saudara walaupun cuma satu saudara diantara mereka saling tertawa bersama, menyelaikan masalah bersama,saling mengayomi
ketika salah satu dari mereka ada yang bersedih, dan yang paling indah ketika kedua orang tua kita sudah renta dan lanjut usia mereka bersama-sama merawatnya sampai ajal menjemput orang tua mereka,tapi lain halnya dengan anak yang hanya ditakdirkan untuk terlahir sebagai anak semata wayang kitika orang tua mereka renta dan sakit-sakitan mereka hanya bisa merawatnya dengan diri mereka sendiri tak ada yang membantu mereka, mereka harus terlunta lunta dalam mencari biaya untuk berobat kedua orang tuanya, mereka tak ada yang bisa memberikan semangat dalam kehidupan mereka, tak ada yang bisa menjadi penghibur hati mereka yang sedih, dan tak ada tempat untuk mereka bersandar dikala mereka butuh tempat tempat bersandar dan mereka juga tak mempunyai tempat untuk menceritakan hiruk pikuk kehidupan mereka.mereka hanya dapat memikul masalah mereka sendiri tak ada yang peduli dengan diri mereka kecuali kedua orang tua mereka, saat aku sangat mengimpikan bisa mempunyai seorang kakak yang sayang sama aq dan kedua orang tua, bisa menghiburku dikala aq sedang sedih dan terluka, bisa menyelesaikan masalah yang sedang aku hadapi dan menjadi tumpahan segala duka lara yang terjadi pada diriku...namun semua itu hnyalah impian belaka yang tak akan pernah terwujud dalam hidupku,,,,,,aku tak pernah memilih untuk terlahir sebagai anak semata wayang,namun yang kuasa telah mengatur semuanya,,,,,,konon kata buyut-buyutku, aku dulu hampir meninggal gara-gara penyakit yang aku derita,,,namun syukur alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk melihat dan menikmati kehidupan didunia ini,,,,dan masih bisa merasakan betapa besar kasih sayang org tuaq yang diberika hanya untukq,,,,namun sekarang aku belum bisa membalas kasih sayang mereka yang selama ini mereka berikan kepadaku....tuhan jangan engkau biarkan aku mati sebelum aku sempat membahagiakan mereka,,,,jangan biarkan aku putus asa untuk terus selalu berusaha membuat bangga kedua orang tuaku,,,tak akan ku biarkan mereka meneteskan air mata mereka didepan mataku,,,tak akan aku biarkan mereka disakiti oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab atasa perbuatan mereka ,,,,,tak akan kubiarkan mereka bersedih karenaku,,,,,,aq rela mengorbankan kebahagianku demi kebahagian kedua orang tuaq sampai titik kehidupanku aku akan selalu berjuang dan terus berjuang untuk membela kedua orang tuaq,,,dan akan membela mereka selagi mereka dalam jalan yang benar.
ayah....bunda maafkanlah anakmu ini yang belum bisa membuat kalian berdua tersenyum dan bahagia.......salam sayang dan kecupan manis dariku untuk ayah dan bundaku tersayang.....ANAZDIKA AJA
menurut kalian semua mana lebih nyaman mempunyai saudara dan menjadi anak semata wayang.....?
masih banyak hal yang ingin aku tulis dala catatanku ini namun rasa bosan dari kacau membuat aku harus mengakhirinya......
April 15, 2010
keluh kesah sianak semata wayang
21.40
ANA89











0 komentar:
Posting Komentar